Alhamdulillah, Lulus Ujian Teori SIM A dan SIM C

Alhamdulillah, Lulus Ujian Teori SIM A dan SIM C

 

Kantor Pelayanan SIM SATLANTAS Polres Bekasi
Kantor Pelayanan SIM SATLANTAS Polres Bekasi

Senin pagi ini, saya mengikuti sebuah ujian untuk mendapatkan sim A dan sim C. Karena lokasi saya berada di wilayah kabupaten Bekasi, maka tempat ujiannya berada di Kantor Pelayanan SIM SATLANTAS Polres Bekasi yang terletak di daerah pinggiran kalimalang dekat dengan kawasan industri JABABEKA.

ini adalah ujian kedua kalinya, setelah saya mengikuti ujian pertama pada hari selasa, 27 Desember setahun yang lalu. Karena ujian pertama tidak lulus, saya diperkenankan untuk mengikuti ujian kembali pada hari Senin, 9 Januari 2012 atau dua pekan kemudian. Dan dikarenakan banyaknya pekerjaan kantor, saya memutuskan untuk mengikuti ujian tersebut pekan depan.

Sebelumnya saya agak bimbang, apakah akan mengikuti ujian pada hari ini atau tidak, terlebih lagi beredar isu akan terjadi aksi buruh besar-besaran yang akan dilakukan oleh SPSI Bekasi dengan titik lokasi mulai dari Sucofindo sampai dengan Kawasan Industri MM2100. Mengingat aksi pertama yang dilakukan SPSI pada Rabu, 11 Januari 2012, membuat lalu lintas dari dan akan ke kawasan industri MM2100 macet total.

Karena merasa belum siap, saya mempelajari terlebih dahulu materi ujian SIM yang berhasil saya download dari internet. Kalo Mau download silahkan klik disini. Sebenarnya dari kepolisian sudah menerbitkan buku panduan untuk ujian SIM, yang bisa didapatkan di Toko buku Gramedia. Karena letak toko buku tersebut jauh dari rumah, akhirnya saya memilih untuk browsing di om Google. Dan tidak lama kemudian saya pun mendapatkannya.

Setelah merasa yakin dan cukup mengetahui isi dari materi tersebut, maka saya memberanikan diri untuk mengikuti ujian teori. Perjalanan menuju kantor pelayanan SIM cukup lancar, tanpa ada rintangan atau hambatan yang berarti. Isu yang beredar akan terjadi aksi buruh secara besar-besaran pun akhirnya tidak terjadi. Menurut informasi yang didapat ternyata Apindo menarik gugatan tentang SK UMP wilayah Bekasi yang telah ditandatangani oleh Bupati Bekasi dan Gubernur Jawa Barat.

Dan alhamdulillah, setelah saya mengikuti ujian teori, akhirnya saya lulus juga. Materi yang berhasil saya download disini cukup memuaskan.

Setelah melewati ujian teori, tahap selanjutnya adalah mengikuti ujian praktek. Berangkatlah saya menuju lapangan praktek. Dan ketika tiba disana, yang saya dapati adalah ruang terbuka dan terdapat beberapa sirkuit dan beberapa kendaraan ujian milik Polres Bekasi. Pos atau loket ujian praktek ini cukup kumuh dan berdebu. Sepertinya saya merupakan warga negara yang terlalu patuh kepada birokrasi yang ada di negara ini. Saya memperkirakan, saya adalah orang pertama dan mungkin terakhir yang mengikuti ujian praktek saat itu. DAn selebih nya saya yakin Anda pasti tahu bagaimana mendapatkan SIM tanpa harus bersusah payah. Cukup siapkan uang sejumlah Rp.370.000 s/d Rp.390.000 (Khusus Wilayah Kab.Bekasi) dan Andapun tinggal duduk manis menunggu panggilan foto dan lima menit kemudian SIM pun ada di tangan Anda. Namun terkadang Anda harus mengikuti ujian teori, walaupun yang saya perhatikan itu hanyalah formalitas.

Kembali ke pembahasan ujian praktek. Ada tiga ujian yang harus dilewati bagi pemohon SIM C, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengendarai motor dengan jalan trek lurus
  2. Mengendarai motor dengan jalan trek zig-zag
  3. Mengendarai motor dengan jalan trek delapan.

Sedangkan bagi pemohon SIM B, hanya ada satu ujian yaitu memarkirkan kendaraan dengan berjalan mundur. Dengan syarat hanya boleh melakukan tiga kali manufer atau gerakan seperti maju, mundur, atau belok. Jadi pada saat Anda memarkirkan kendaraan dengan berjalan mundur, maka Anda hanya boleh melakukan satu kali mundur, satu kali belok ke kanan/ke kiri dan satu kali maju. Dan yang terpenting dari ketiga syarat tersebut, Anda tidak boleh menabrak cone atau pembatas yang telah ditentukan.

Walaupun sudah sering mengendarai kendaraan bermotor, perasaan gugup dalam menghadapi ujian praktek pada kali ini tidak dapat dihilangkan. Maklum, ini adalah kali pertama saya mengikuti ujian. Sebenarnya ujian praktek ini sangatlah mudah. Yang membuat saya gugup adalah pembatas-pembatas yang terlihat terlalu sempit untuk dilalui. Dan saya merasa tidak yakin dapat melaluinya. Dan terjadilah apa yang saya khawatirkan. Ada beberapa pembatas yang saya tabrak. Saya pun harus mengulang kembali ujian praktek ini dua pekan mendatang. Mudah-mudahan ini adalah ujian kesabaran bagi hamba-Nya yang bertakwa.

2 Comments

  1. Apa ada permainan untuk tidak meluluskan hasil ujian teori?Saya sdh download dan hafal mati soal dan kunci jawaban.Tpi tetap tidak lulus.
    Kecurigaan saya:
    Hasil jawaban qta dinilai berdasarkan template jawaban.Dimana untuk jenis type soal dan template jawaban ada beberapa jenis. Mudahnya kalau jenis soal A, dan template jawabn yg digunakan B, apakah jawaban yg benar sesuai soal A bisa lulus dgn template B?Dri banyak pengantri yg test pun hanya bisa di itung jari. Tpi yg dpt SIM banyak. APA praktes spt itu bsa dbenarkan? Untuk SIM A saja biaya yg seharusnya tdk lbih dari 150rb, tpi dengan melakukan ‘PELANGGARAN’ bayar 390rb seseoran bsa ‘djerumuskan’ untuk mendapatkan SIM tsb. APa negara ini memang mengajarkan masyarakat untuk melakukan ‘PELANGGARAN”…???

  2. Bukankah praktek tsb adalah termasuk jenis KORUPSI…?? PDhl seharusnya sebgai warga negara qta juga berhak mendapatakan perlakuan,informasi dan pengetahuan secara patut dan layak. Seharusnya kalau mau berubah, hasil jawaban soal yg dkerjakan hrus ada pembahasan dan judgement yang jelas. Paling gampang begini untuk evaluASI, bintara penguji hrus membaca soal dan memberikan jawabannya dan qta yg di uji memegang jawabn yg sdh qta jawab dan mencocokkannya dengan jawabn dari bintara penguji tsb. HAl ini lebih fair dan adil. Klopun ada ksalahan yg diuji dlm menjawab, dgn langkah spt itu akhirnya ada pembelajaran juga.Bukan skedar d cocokkan dgn template. Yg qta tdk tau template itu benar apa tdk?Siapa yg verifikasi bahwa template yg dgunakan “BENAR” dan “SESUAI” bukan skedar alat untuk tidak meluluskan?Catatan penting:
    Soal Ujian teori tersebut sbenarnya adlh bekal pengetahuan dlm berlalu lintas yg sangat penting. Dan itu fundamental yg hrs dketahui karna keselamatan pengemudi dan pengguna lainnya berhubungan dengan NYAWA yg hanya 1-1nya dimilik oleh stiap orang. Bagaimana bisa berlalu lints dgn benar apabila TEORI berlalu lintas tdk diajarkan saat proses pembuatan SIM?Jaman sdh REFORMASI tpi sikap dan tingkahlaku msih mewarisi budaya jadul dan tempo doeloe….!! Yeaaahh….At least, Terkadang kebenaran hanyalah buah dari KESEPAKATAN. 1juta orng melakukan “PELANGGARAN” berjamaah bisa dianggap sebuah kelaziman dan benar. Memprihatinkan. Sbgai anak bangsa hanya bisa berharap smoga praktik2 “PELANGGARAN” bisa ada pembetulan dan penyempurnaan.Dan smua bisa menggunakan hati nurani dlm melakukan tindakan.Karna hati nurani akan memberontak untuk diajak melakukan “PELANGGARAN”. Hati nurani tidak akan mudah untuk berbohong,karna hati nurani adlh jalan ilham Tuhan..Hidup cuman sekali mari qta buat lebih berarti..

Leave a Reply